Pulau Maratua, Pulau Surga di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia ternyata memiliki berbagai destinasi wisata yang eksotis. Selain sensasi menyelam bersama ikan Pari Manta di Derawan, salah satu propinsi di sisi timur pulau Borneo ini menawarkan sensasi wisata bahari yang tak kalah dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Pulau Maratua menjadi salah satu wisata bahari yang sangat disayangkan jika tidak dikunjungi saat melawat ke Kalimantan Timur. Sebagai pulau kecil dengan kondisi lingkungan khas perairan tropis, ternyata Pulau Maratua mampu menyedot perhatian wisatawan untuk berkunjung dan melewatkan liburan di pulau eksotis ini.

Pulau Maratua
Dermaha pulau Maratua. Sumber IG @bang_bams98

Penamaan Pulau

Ternyata penaman pulau di perairan Kepulauan Derawan berasal dari mitos yang berkembang di masyarakat. Konon pada jaman dahulu terjadi pernikahan antara sepasang kekasih dari pulau yang berbeda. Karena pernikahannya berada di Pulau Panjang maka mempelai dan keluarga berangkat ke pulau tersebut dengan perahu.

Musibah pada saat perjalanan ternyata datang, badai besar datang dan menghempaskan kapal beserta penumpangnya ke sebuah karang. Semua penumpang tenggelam yang terdiri atas anak perempuan yang akan menikah (Derawan atau perawan), kakak laki-laki (Kakaban), dan ibu mempelai perempuan (Semama atau mama).

Sedangkan dari pihak laki-laki terdiri atas mempelai laki-laki (Sangalaki) dan juga ibu mertua dari pengantin perempuan (Maratua). Nama-nama tersebut saat ini merupakan nama pulau-pulau yang tersebar di perairan Kepulauan Derawan.

Lokasi Pulau Maratua

Pulau Maratua merupakan pulau terluar di Indonesia. Secara administratif pulau ini berada di bawah kendali pemerintah daerah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Meskipun bgian dari Kabupaten Berau namun lokasi pulau Maratua berada di lautan Sulawesi. Karena lokasinya berada di Indonesia bagian utara mendekati negara Malaysia, maka ada satu pemilik resort di Pulau Maratua adalah warga negara Malaysia.

Pulau dengan bentuk huruf U ini memiliki populasi sekitar 3000 jiwa dan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai nelayan. Masyarakat asli penghuni pulau Maratua adalah Suku Bajo. Pulau ini lokasinya di sebelah timur Pulau Kalimantan dan dikelilingi pulau-pulau kecil seperti Pulau Sidau, Pulau Semut, Pulau Andongabu, Pulau Sangalan, Pulau Bulingisan, Pulau Nusa Kokok, Pulau Bakungan, Pulau Nunukan, Pulau Pabahanan, dan Pulau Gosong Pasir.

Akses ke Pulau Maratua

Ada dua alternatif cara yang bisa dilakukan untuk menuju Pulau Maratua, bisa melali jalur laut dan jalur udara. Jalur laut bisa dilakukan dari kota Tarakan dengan naik pesawat dengan tujuan Bandara Tanjung Redeb di Kabupaten Berau. Dari kota Tanjung Redeb, anda bisa menyewa speed boat menuju ke Pulau Maratua.

Perjalanan dari tanjung redep menuju ke pulau maratua membutuhkan waktu yang agak lama, yaitu sekitar 3 jam perjalanan laut dengan menggunakan speed boat kecepatan sedang. Jalur yang kedua adalah jalur udara. Karena tahun 2015 wisatawan yang mengunjungi kepulauan maratua meningkat maka pemerintah Kalimantan Timur membangun bandara baru di Maratua.

Melalui jalur udara bisa dari Bandara kota Tarakan, anda bisa memesan tiket penerbangan menuju bandara baru di pulau Maratua. Penerbangan menuju bandara pulau Maratua membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan pesawat jenis cesna.

Untuk lebih mudah dalam perjalanan menuju ke Pulau Maratua, anda bisa menghubungi penyedia jasa layanan Derawan tour yakni BeBorneoTour. Dengan menggunakan jasa perjalanan wisata BeBorneoTour anda selain bisa mengunjungi Maratua dengan mudah, anda juga akan berkesempatan mengunjungi destinasi wisata lainnya di sekitar Kepulauan Derawan dengan harga paket yang bersaing.

Penginapan Terapung

Yang paling unik di Pulau maratua adalah adanya penginapan terpung yang dapat disewa untuk menginap. Ada satu resort yang dimiliki oleh warga Malaysia di pulau ini yakni Maratua Paradise Resort. Di resort tersebut ada penginapan terapung yang harga sewanya lumayan mahal.

Sebenarnya ada dua macam penginapan. Yang pertama adalah Water Villa yang lokasinya berada di atas air. Dan yang kedua adalah Beach Challet yang lokasinya berada di atas pasir pantai. Dan ada pula penginapan atau homestay milik warga setempat. Harga sewa homestay yang dimiliki oleh warga terhitung lebih murah daripada menginap di resort yang terlihat eksklusif di Maratua.

Pulau Maratua
Air yang jernih. Sumber IG @gaiuso

Air Yang Jernih

Pulau Maratua memiliki perairan yang jernih. Para penyelam akan mendapati surga di bawah air. Maratua juga disebut-sebut sebagai Maldivesnya Indonesia.Keindahan alam bawah laut Pulau Maratua yang memukau, beraneka ragam jenis ikan juga turut menemani wisatawan yang pergi menyelam.

Pulau Maratua memiliki banyak spot diving dan snorkelingyang indah. Spot untuk diving tersebut diantaranya Jetty Dive, Turtle Traffic, Mid Reef, Eel Garden, Hanging Garden, Cabbage Garden, dan The Channel spot. Untuk anda yang berencana melakukan diving hendaknya harus memiliki diving license dan bagi yang akan bersnorkeling alangkah baiknya membaca tips snorkeling bagi pemula sebelum melakukan snorkeling.

Demikian ulasan mengenai Pulau Maratua di perairan Kepulauan Derawan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi resensi untuk anda yang berencana akan berlibur di Pulau Maratua. Jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang Soto Banjar khas Banjarmasin. Terimakasih.

 

 

Comments

January 17, 2020
[…] yang indah dan bahkan ada salah satu resort yang menyerupai destinasi wisata di Maldives yaitu Pulau Maratua. Dan di pulau dengan penduduk sekitar 2000 jiwa inilah terdapat satu spot pariwisata unggulan dan […]
January 24, 2020
[…] bandrol dengan harga diatas 300 ribu. Jika anda menginginkan penginapan eksklusif anda bisa menuju pulau Maratua. Disana ada resort di atas laut dengan sewa kamar per malamnya berharga tinggi. Namun hal itu […]

Leave a Reply